Sejak 1 Oktober 2026, pelanggan yang membayar Rp85.000 lewat QRIS di sebuah restoran menengah tidak lagi membuat restoran itu menanggung biaya merchant sepeser pun. Seminggu sebelumnya, pembayaran yang sama masih kena Merchant Discount Rate (MDR) 0,7%. Bank Indonesia mengumumkan perubahan ini pada 17 Agustus 2026, dan sekarang sudah berjalan beberapa hari.

Bagi kebanyakan pemilik usaha, kabarnya sederhana: QRIS jadi lebih murah. Yang lebih penting justru ada di baliknya. Penghematan itu baru benar-benar terasa kalau kategori merchant Anda tepat, kalau dana settlement memang mengikuti tarif baru, dan kalau pembukuan Anda bisa membedakan pembayaran yang masuk utuh dengan yang tidak.

Apa yang sebenarnya berubah

MDR adalah biaya yang dibayar merchant ke penyedia jasa pembayaran setiap kali pelanggan membayar menggunakan QRIS. Biaya ini tanggungan merchant dan tidak boleh dibebankan ke pembeli dalam bentuk tambahan biaya.

Dengan kebijakan yang diperluas, seperti diberitakan periskop.id dan dijelaskan ShopeePay, aturannya mulai 1 Oktober 2026 seperti ini:

  • Usaha mikro (UMI): MDR 0% untuk transaksi sampai Rp500.000, sama seperti sebelumnya. Di atas itu, 0,3%.
  • Usaha kecil, menengah, dan besar: MDR 0% untuk transaksi sampai Rp100.000. Bagian inilah yang baru. Di atas Rp100.000, tarif 0,7% tetap berlaku.

Artinya, yang paling merasakan perubahan adalah usaha yang bukan kategori mikro tapi banyak menerima pembayaran kecil: kafe, restoran, minimarket, apotek, klinik, laundry, pengelola parkir. Dulu setiap transaksi kecil itu kena 0,7%. Sekarang yang sampai Rp100.000 tidak kena apa-apa.

Perbandingan MDR QRIS mulai 1 Oktober 2026: usaha mikro 0% sampai Rp500.000 dan 0,3% di atasnya, sedangkan usaha kecil, menengah, dan besar kini 0% sampai Rp100.000 dan 0,7% di atasnya

Menurut Stabilitas, Bank Indonesia berharap kebijakan ini mengurangi biaya transaksi pelaku usaha, memperluas manfaat ekonomi digital, dan menopang daya beli masyarakat.

Kenapa ini menyentuh hampir semua usaha

QRIS sudah bukan jalur sampingan. Data Bank Indonesia yang dikutip ANTARA pada 3 Oktober 2026 mencatat 12,55 miliar transaksi QRIS di semester I 2026. Per Juni 2026 ada 44,86 juta merchant QRIS, dan 96,68% di antaranya UMKM. Di bulan Agustus 2026 saja, volume QRIS tumbuh 67,22% dibanding tahun sebelumnya.

Tiga angka QRIS 2026: 12,55 miliar transaksi di semester I, 44,86 juta merchant per Juni, dan 96,68 persen merchant adalah UMKM

Kalau sebuah metode bayar sudah semeluas ini, perubahan biayanya bukan catatan kaki. Arus kas sebagian besar usaha ikut bergeser di waktu yang sama, begitu juga setiap sistem yang mencatat pembayaran itu.

Empat hal yang layak dicek minggu ini

1. Pastikan kategori merchant Anda. Batas gratisnya tergantung apakah penyedia QRIS mendaftarkan Anda sebagai usaha mikro (UMI) atau bukan. Merchant mikro dapat batas Rp500.000, yang lain Rp100.000. Kalau usaha Anda sudah berkembang sejak pertama daftar, atau Anda tidak yakin masuk kategori apa, tanya langsung ke penyedianya. Salah kategori adalah cara paling mudah untuk tetap membayar biaya yang sebenarnya sudah tidak perlu, atau malah berhitung pakai batas yang bukan punya Anda.

2. Baca settlement bulan Oktober. Laporan settlement pertama dengan aturan baru sudah mulai masuk. Ambil sampel beberapa hari, lalu cek apakah pembayaran QRIS sampai batas gratis masuk ke rekening tanpa potongan, dan apakah yang di atas batas dipotong sesuai tarif. Jangan diasumsikan. Cek barisnya satu per satu.

3. Jangan tambahkan biaya ke pembeli. MDR tanggungan merchant. Meminta pelanggan membayar lebih karena menggunakan QRIS tidak diperbolehkan, dan dengan transaksi kecil kini gratis untuk semua kategori, alasannya makin tidak ada.

4. Catat sisa biaya MDR sebagai pos sendiri. Transaksi di atas batas masih kena MDR. Kalau pembukuan Anda hanya mencatat jumlah bersih yang masuk ke rekening, biaya itu hilang di selisih samar antara penjualan dan penerimaan. Catat terpisah supaya kelihatan berapa sebenarnya biaya QRIS tiap bulan.

Empat langkah minggu ini: pastikan kategori merchant, baca settlement Oktober, jangan tambahkan biaya ke pembeli, dan catat sisa MDR sebagai pos biaya sendiri

Pekerjaan sebenarnya ada di rekonsiliasi

Perubahan tarif seperti ini membuka satu pertanyaan yang jarang dijawab dengan serius: apakah setiap pembayaran QRIS yang tercatat di kasir benar-benar masuk utuh ke rekening?

Waktu tarifnya masih satu, membandingkan total penjualan harian dengan total setoran sering dianggap cukup. Sekarang ada dua perlakuan dalam satu hari. Pembayaran kecil harus masuk utuh. Pembayaran besar masuk setelah dipotong biaya. Total harian tidak bisa memberi tahu apakah pembagian itu sudah benar, dan tidak bisa menunjukkan satu pembayaran yang ternyata tidak pernah cair.

Di situlah gunanya rekonsiliasi harian. Siklusnya tidak rumit, tapi harus berjalan setiap hari kerja, sebelum tutup buku:

Siklus rekonsiliasi harian: penjualan tercatat di kasir atau POS, dana settlement masuk dari penyedia, setiap penjualan dicocokkan dengan setiap baris pencairan, potongan dicek terhadap batas, lalu selisih ditandai

Untuk satu outlet dengan volume sedang, spreadsheet yang rapi masih bisa menanganinya. Begitu outlet bertambah, penyedia QRIS lebih dari satu, atau pembayaran QRIS sudah ratusan per hari, mencocokkan baris demi baris secara manual jadi pekerjaan yang tidak sempat dikerjakan siapa pun. Biasanya di titik itulah sistem kasir, data settlement, dan pembukuan perlu saling terhubung langsung, supaya selisih muncul sendiri setiap hari, bukan baru terlihat di akhir bulan.

Intinya

Perluasan MDR 0% adalah penghematan yang nyata, terutama untuk usaha non-mikro yang banyak transaksi kecil. Tapi penghematan yang tidak bisa dibuktikan hanya asumsi. Pastikan kategori, baca settlement Oktober, jangan bebankan biaya ke pembeli, dan pastikan catatan Anda bisa menunjukkan, pembayaran demi pembayaran, bahwa yang terjual sama dengan yang diterima.

Kalau Anda ingin berdiskusi tentang alur pembayaran QRIS dari kasir sampai pembukuan, dan bagian mana yang bisa dicocokkan otomatis, hubungi kami di bisnis@xetup.id atau WhatsApp +62 823 1499 5005. Info lengkap tentang apa yang kami bangun ada di xetup.id.