Coba buka laporan penjualan marketplace bulan lalu dan lihat baris potongannya. Ada biaya layanan, biaya promosi, biaya iklan, lalu ongkos program yang sempat diikuti waktu kampanye tanggal kembar. Omzetnya kelihatan sehat, tapi yang benar-benar sampai ke rekening sering bikin dahi berkerut.
Keluhan ini bukan cuma cerita di grup penjual. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menyebut biaya layanan marketplace saat ini berkisar 10% hingga 18%, dan angka itu belum termasuk biaya promosi atau iklan (Katadata, 10 Juli 2026). Pemerintah sampai turun tangan lewat Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026, yang diundangkan 17 Juni 2026.
Apa yang sudah diatur, dan apa yang belum berubah
Permen UMKM 3/2026 membawa beberapa perubahan yang layak dicatat pemilik brand:
- Kenaikan biaya tidak bisa mendadak. Marketplace wajib memberi tahu penjual paling lambat 90 hari sebelum perubahan biaya berlaku.
- Ada potongan biaya layanan minimal 50% untuk usaha mikro dan kecil terverifikasi yang menjual produk dalam negeri, didaftarkan lewat SAPA UMKM.
- Jadwalnya makin dekat. Pada 7 Oktober 2026, Kementerian UMKM menyebut Keputusan Menteri yang menjadi dasar program ini sudah ditandatangani, dengan target berjalan akhir Oktober 2026 untuk pelaku usaha dengan omzet maksimal Rp15 miliar per tahun (ANTARA).
Kabar baik, tapi ada dua catatan. Pertama, potongannya menyasar komponen biaya layanan, bukan promosi dan iklan yang justru sering membengkak saat persaingan ketat. Kedua, aturan ini mengatur ongkos berjualan, bukan siapa yang memegang hubungan dengan pembeli. Pembeli yang sudah tiga kali belanja di toko Anda tetap masuk lewat pintu marketplace, dan pesanan berikutnya tetap kena biaya yang sama.
Supaya adil, biaya itu memang membayar sesuatu. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengingatkan bahwa biaya admin terkait dengan layanan yang diberikan platform, mulai dari pembayaran, logistik, promosi, sampai perlindungan konsumen (Katadata, 5 Mei 2026). Marketplace tetap tempat terbaik untuk ditemukan orang yang belum kenal brand Anda.
Pelengkap, bukan pengganti
Karena itu, pertanyaannya bukan "tinggalkan marketplace atau tidak". Pertanyaan yang lebih berguna: pembeli mana yang perlu terus lewat marketplace, dan pembeli mana yang sebenarnya sudah siap belanja langsung ke brand Anda?

Pembeli baru datang dari pencarian dan kampanye marketplace. Pembeli yang kembali, yang hafal produk Anda, ikut program member, dan menunggu restock varian favoritnya, lebih masuk akal dilayani di kanal milik brand. Di sana margin per pesanan lebih sehat, dan Anda bisa menyapa mereka tanpa perantara.
Seperti apa XECOMMERCE bekerja
XECOMMERCE adalah platform e-commerce untuk brand dan bisnis retail yang ingin punya toko online sendiri, lengkap dengan urusan di belakangnya. Bukan sekadar halaman katalog, tapi alur pesanan yang berjalan dari checkout sampai pengiriman.

Begitu pembeli checkout di toko web dengan domain dan brand Anda sendiri, tarif kurir muncul sesuai alamat tujuan. Setelah pembayaran terkonfirmasi, status pesanan berubah sendiri, jadi tim tidak perlu mencocokkan mutasi rekening satu per satu. Stok langsung terpotong dari gudang atau cabang yang mengirim, dan resi terbit supaya pembeli bisa melacak kirimannya.
Lima bagian yang bekerja bersama

1. Toko web milik brand. Domain sendiri dan tampilan yang tidak seragam dengan ribuan penjual lain. Pembeli mengingat nama brand Anda, bukan nama platformnya.
2. Stok satu pintu lintas gudang dan cabang. Kalau Anda punya gudang dan toko fisik, angka stoknya dibaca dari satu sumber. Tidak ada lagi barang yang terjual di web padahal sudah habis di cabang.
3. Pembayaran dan ongkos kirim otomatis. Alur dari checkout sampai resi berjalan tanpa input manual, sehingga tim fokus mengemas, bukan merekap.
4. Data pelanggan, promo, dan program member. Riwayat belanja tiap pelanggan tersimpan di sistem Anda. Voucher untuk pembeli lama, poin member, atau promo ulang tahun bisa diatur sendiri, dengan aturan yang Anda tentukan.
5. Dashboard laporan penjualan. Produk mana yang bergerak, cabang mana yang ramai, dan promo mana yang benar-benar menghasilkan pesanan, terlihat setiap hari. Keputusan restock dan anggaran promo tidak lagi menunggu rekap akhir bulan.
Dari kelimanya, yang paling mahal nilainya adalah data pelanggan. Di marketplace, Anda menyewa akses ke pembeli. Di toko sendiri, hubungan itu milik Anda.
Cara memulai tanpa membongkar yang sudah jalan
Anda tidak perlu memindahkan semua penjualan sekaligus. Langkah yang biasanya paling aman:
- Tetap jalankan marketplace untuk menjaring pembeli baru, terutama saat kampanye besar.
- Buka toko web untuk pembeli yang kembali. Sisipkan kartu terima kasih berisi alamat toko dan voucher khusus di paket marketplace, sejauh aturan tiap platform mengizinkan.
- Bangun program member di toko sendiri, supaya ada alasan nyata untuk belanja langsung.
- Pantau dashboard beberapa bulan, lalu putuskan berapa porsi stok dan promo yang layak dialihkan.
Lihat XECOMMERCE berjalan
Cara paling jelas menilai platform e-commerce adalah melihat satu pesanan berjalan dari checkout sampai resi. Kami siapkan demo dengan data ilustrasi, lalu kita bahas kondisi brand Anda: berapa gudang dan cabang yang perlu tersambung, dan seberapa besar porsi pembeli yang sudah kembali belanja.
Jadwalkan demo lewat WhatsApp di +62 823 1499 5005 atau email ke bisnis@xetup.id. Produk XETUP lainnya bisa Anda lihat di xetup.id/products.
