Pada 27 Oktober 2026, Anthropic menerbitkan laporan bahwa model riset internalnya yang belum dirilis berhasil menulis eksploit untuk celah kernel Linux CVE-2026-98432. Menurut laporan itu, penyerang di internet cukup mengirim paket ke server Linux yang punya listener Multipath TCP (MPTCP), tanpa login apa pun, lalu bisa menjalankan perintah sebagai root. Sampai 30 Oktober, halaman pelacak keamanan Ubuntu masih menandai kernel Ubuntu 22.04, 24.04, 26.04, dan 26.10 sebagai rentan, dengan perbaikan "sedang dikerjakan".
Jadi ada jeda: celah sudah terbuka, klaim eksploit sudah ada, kernel perbaikan Ubuntu belum. Kalau server usaha Anda dipegang vendor atau agency, jeda ini tetap urusan Anda, karena yang kena akibatnya data dan layanan Anda. Pendapat kami sederhana: jangan menunggu bukti serangan nyata untuk mulai mengecek. Di bawah ini yang sudah pasti, yang masih klaim, dan yang bisa dicek hari ini.
Yang sudah pasti, dan yang masih klaim
Dari catatan CVE resmi: ini bug use-after-free di kode TCP IPv4 kernel Linux, ada sejak kernel 4.4, dan diberi skor 9,8 (kritis) oleh tim CVE kernel Linux. Ubuntu memakai skor yang sama dan menandainya prioritas High.
Bayangkan dua petugas di satu loket. Yang satu membuang catatan tamu, yang satu lagi masih membacanya. Kalau waktunya pas, petugas kedua membaca sampah. Di kernel, penyerang yang bisa mengatur waktu itu bisa membuat kernel memakai data yang sudah bukan haknya. Syaratnya cuma bisa menyelesaikan handshake TCP ke port yang terbuka. Sisi IPv6 tidak kena bug utama ini.
Yang masih berupa klaim adalah eksploit root jarak jauhnya. Itu laporan Anthropic sendiri, dan kodenya tidak dipublikasikan. Dalam uji mereka, butuh 48 menit untuk membocorkan satu alamat memori kernel, lalu lima menit lagi sampai perintah root jalan. Targetnya server dengan listener MPTCP. Padahal catatan CVE tidak menyebut MPTCP, dan tim keamanan Go menulis bahwa bug ini tidak khusus MPTCP, jadi server tanpa MPTCP bisa saja kena serangan serupa. Belum ada laporan serangan nyata, dan per revisi 29 Oktober celah ini belum ada di katalog KEV milik CISA, menurut Business Upturn.

Siapa sudah memperbaiki, siapa belum
Perbaikan kernelnya sudah ada di cabang stable upstream: 5.10.272, 5.15.223, 6.1.190, 6.6.159, 6.12.113, 6.18.56, dan 7.2.10. Debian sudah merilis kernel perbaikan untuk bookworm (6.1.190-1) dan trixie (6.12.113-1). Oracle Linux merilis update pada 16 Oktober, menurut Cyber Kendra.
Ubuntu belum. Tabel di halaman Ubuntu, yang terakhir diperbarui 30 Oktober, mencantumkan 22.04, 24.04, 26.04, dan 26.10 sebagai rentan dengan perbaikan sedang dikerjakan. Ubuntu 16.04, 18.04, dan 20.04 rentan tanpa perbaikan tercantum. Ubuntu 14.04 tidak terdampak. Red Hat juga menulis bahwa belum ada mitigasi yang memenuhi standar mereka.
Ini bukan soal siapa lebih lambat, karena tiap distro menguji kernelnya sendiri sebelum rilis. Tapi bagi pemilik usaha, hasilnya sama: per 30 Oktober, server Ubuntu tidak punya kernel perbaikan resmi untuk dipasang. Cek ulang halamannya hari ini, karena statusnya bisa berubah kapan saja.

Selama menunggu: kecilkan pintu yang terbuka
Kernel perbaikan tetap jawaban utamanya. Begitu Ubuntu merilisnya, pasang dan reboot, karena kernel baru baru aktif setelah server dihidupkan ulang. Selama menunggu, ada tiga hal yang masuk akal:
- Batasi siapa yang bisa menyentuh server. Serangan ini butuh koneksi TCP ke port yang terbuka. Port yang tidak perlu dibuka untuk umum, tutup. Halaman admin, SSH, dan database cukup dari alamat IP yang dikenal atau lewat VPN.
- Cek apakah MPTCP aktif. Di milis oss-security, ada yang menyebut perintah `sysctl -w net.mptcp.enabled=0` untuk mematikannya di seluruh server, dengan catatan program yang memang butuh MPTCP bisa terganggu. Tim Go menyebut mematikan MPTCP per program sebagai mitigasi yang rapuh: satu listener yang terlewat membuat server tetap rentan, dan cara ini mengandaikan semua eksploit bergantung pada MPTCP, sesuatu yang belum terbukti. Anggap ini pagar tambahan, bukan pengganti kernel baru, dan serahkan perubahannya ke orang yang paham dampaknya.
- Pantau halaman Ubuntu tiap hari sampai statusnya berubah.

Yang bisa Anda minta dari vendor
Anda tidak perlu paham isi kernel untuk menagih jawaban. Kirim satu pesan ke vendor, agency, atau penyedia hosting Anda, dan minta jawabannya tertulis dengan tanggal. Pertanyaan yang jawabannya bisa mereka dapat dalam satu hari kerja:

Jawaban "kami pantau" tanpa tanggal bukan jawaban. Vendor yang sehat akan menyebut versi kernel, daftar port, dan kapan reboot dijadwalkan.
Sikap kami
Kebiasaan "tunggu ada serangan nyata, baru bergerak" salah untuk celah seperti ini. Skornya 9,8, bisa dijangkau dari jaringan tanpa login, dan klaim eksploit yang bekerja sudah dipublikasikan oleh pihak yang bisa dilacak. Semua itu cukup untuk mulai mengecek hari ini. Kalau ternyata servernya aman, Anda rugi satu pesan WhatsApp dan beberapa jam vendor. Kalau ternyata tidak, selisihnya hari-hari tanpa pagar.
Kalau Anda belum yakin server Anda ada di sisi mana, hubungi kami lewat WhatsApp +62 823 1499 5005 untuk konsultasi cek keamanan. Kami bantu membaca jawaban vendor Anda dan menyusun daftar yang perlu diperbaiki lebih dulu. Info lain ada di xetup.id.
Sumber
- CVE-2026-98432, catatan CVE (Linux kernel CNA)
- CVE-2026-98432, Ubuntu Security, diperbarui 30 Oktober 2026
- Anthropic, "Discovering vulnerabilities with Claude", 27 Oktober 2026
- oss-security, "Protecting against CVE-2026-98432 when using Go programs", 29 Oktober 2026
- Debian Security Tracker, CVE-2026-98432
- Cyber Kendra, 30 Oktober 2026
- Business Upturn, 30 Oktober 2026
- Red Hat, CVE-2026-98432
