Satu kalimat dari Komdigi yang menyangkut toko dan kafe Anda

Pekan ini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengucapkan satu kalimat yang mudah diingat: "Bukan lagi KYC, Know Your Customer, tapi harus ada KYA, Know Your Agent." Ia bicara di Hukum Online Executive Breakfast & Networking Session di Jakarta, dan pesannya ditujukan ke perusahaan yang mulai memakai agentic AI, yaitu AI yang tidak cuma menjawab pertanyaan, tapi bisa bertindak di dalam sistem.

Sekilas ini terdengar seperti urusan korporasi besar. Padahal agen AI sudah mulai masuk ke usaha kecil: asisten yang membalas chat pelanggan, yang merekap penjualan harian, atau yang menyusun pesanan ke pemasok. Begitu ia diberi akses ke kasir, stok, atau data pelanggan, pertanyaannya sama dengan saat Anda menerima karyawan baru. Siapa dia, boleh pegang apa, dan siapa yang bertanggung jawab kalau ada yang salah?

Perbandingan KYC dan KYA: yang dikenali, yang ditanyakan, dan akibat kalau dilewati

Apa yang sebenarnya disampaikan

Menurut pemberitaan JawaPos dan ANTARA, ada beberapa poin yang ia tekankan.

  • Dengan mesin yang bisa membuat keputusan sendiri, risiko meningkat.
  • Agentic AI kadang bisa mem-bypass peraturan atau batasan di dalam perusahaan karena ia bisa bertindak.
  • Perusahaan perlu tahu siapa yang mengoperasikan agen AI, sistem apa yang bisa ia akses, dan tindakan apa yang diizinkan.
  • Prinsip security by design dan privacy by design perlu dipakai sejak tahap perancangan, dan pemrosesan data harus patuh pada aturan pelindungan data pribadi.

Ada satu kutipan lain yang layak dicatat pemilik usaha. Nezar mengingatkan bahwa ke depan, pihak yang berhubungan dengan perusahaan bukan lagi hanya orang. Artinya, suatu hari pelanggan atau pemasok Anda bisa saja datang lewat agen AI miliknya. Kalau Anda belum terbiasa bertanya "ini agen siapa dan boleh apa", celahnya terbuka dari dua arah: agen milik Anda sendiri, dan agen milik orang lain.

Yang kami baca di kedua pemberitaan itu berupa imbauan, bukan peraturan baru dengan sanksi. Tapi arahnya jelas, dan masuk akal dipakai siapa pun yang sudah memberi AI akses ke data usahanya.

Tiga pertanyaan KYA versi warung dan kafe

Ketiga hal yang disebut Nezar bisa Anda terjemahkan jadi tiga pertanyaan sederhana. Kalau satu saja tidak bisa dijawab, akses agen itu sebaiknya ditahan dulu.

Tiga pertanyaan KYA untuk satu agen AI di usaha retail dan F&B

Contohnya, kafe memasang asisten AI untuk membalas chat pesanan. Pemiliknya adalah manajer kafe, bukan "tim marketing" yang tidak jelas. Ia hanya perlu membaca menu dan jam buka, bukan data kas. Dan ia boleh menjawab pertanyaan, tapi tidak boleh mengubah harga atau memberi diskon sendiri. Tiga jawaban itu bisa ditulis dalam lima menit, tapi banyak usaha belum pernah menuliskannya.

Jangan langsung kasih kunci penuh

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memberi akses seluas-luasnya karena praktis saat pemasangan. Cara yang lebih aman adalah naik tangga pelan-pelan. Ini aturan praktis dari kami, bukan bagian dari pernyataan Komdigi.

Empat tingkat akses agen AI, dari hanya melihat sampai bertindak sendiri

Mulai dari tingkat paling bawah. Naikkan hanya setelah beberapa minggu Anda melihat hasilnya benar. Urusan uang, refund, dan penghapusan data sebaiknya tidak pernah masuk ke tingkat "bertindak sendiri".

Alasannya sederhana. Agen yang hanya melihat paling banyak membuat salah rangkuman. Agen yang bisa mengubah harga atau menghapus data bisa membuat kesalahan yang baru ketahuan di akhir bulan, saat angka kas tidak cocok. Semakin besar dampak sebuah tindakan, semakin dekat manusia seharusnya berdiri di sampingnya.

Lima langkah yang bisa dikerjakan minggu ini

Tidak perlu tim IT. Satu orang dan satu jam sudah cukup untuk langkah pertama sampai ketiga.

Lima langkah mengecek dan membatasi agen AI di usaha Anda

Langkah pertama sering mengejutkan. Banyak pemilik baru sadar ada alat AI yang dipasang karyawan sendiri, lengkap dengan akses ke akun toko, tanpa pernah dibicarakan.

Satu hal lagi yang sering terlewat: wewenang itu perlu dicabut, bukan cuma diberikan. Karyawan yang resign akunnya Anda tutup. Perlakukan agen AI yang sudah tidak dipakai dengan cara yang sama, jangan dibiarkan terpasang dengan akses yang masih menyala.

Catatan yang rapi memudahkan pembatasan akses

Membatasi akses itu gampang kalau datanya terkumpul di satu tempat. Kalau penjualan ada di buku, stok di spreadsheet, dan kas di catatan lain, agen AI akhirnya diberi akses ke semuanya karena tidak ada cara memilah. Karena itu kami membangun XETPOS, aplikasi kasir yang menggabungkan transaksi penjualan, pencatatan, arus kas, dan manajemen stok dalam satu sistem untuk toko retail, kafe, dan warung makan. Dengan data di satu sistem, Anda lebih mudah memutuskan bagian mana yang boleh dilihat siapa, termasuk agen AI.

Mau cek kondisi usaha Anda?

Kalau Anda sudah memakai asisten AI, atau berencana memasangnya, ceritakan kondisinya lewat WhatsApp di +62 823 1499 5005. Kami bantu memetakan tiga pertanyaan di atas untuk usaha Anda, tanpa komitmen.

Sumber: JawaPos, 17 Oktober 2026 dan ANTARA, 16 Oktober 2026.