Kalau Anda pernah minta AI membuatkan foto produk, poster promo, atau caption Instagram, kabar dari Komdigi minggu ini layak dibaca sampai habis. Bukan karena ada yang perlu dipanikkan. Aturannya masih dikaji dan belum ada tanggal berlaku. Tapi arahnya sudah kelihatan, dan persiapannya murah kalau dimulai sekarang.

Apa yang sebenarnya dikabarkan

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut Komdigi sedang mengkaji peraturan menteri tentang label untuk konten buatan AI. Alasannya, konten audio, video, dan gambar hasil AI makin mirip aslinya, sehingga makin sulit dibedakan dan risiko penipuan ikut naik. Menurut InfoPublik dan Bloomberg Technoz, yang diharapkan memberi label keaslian adalah perusahaan pengembang AI.

Sehari kemudian, Wamen Angga Raka Prabowo mengaitkan kajian ini dengan video, gambar, dan audio kebakaran hutan dan lahan buatan AI. Ia juga bilang sejumlah platform sudah menempelkan keterangan "AI content", seperti dikutip RCTI+.

Ini bukan wacana dari nol. Pada 26 Januari 2026, Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menyebut di Komisi I DPR bahwa rancangan peraturan menteri akan mewajibkan konten AI generatif diberi watermark atau label, dan konten yang melanggar bisa diturunkan, menurut ANTARA dan Investortrust. Pemberitaan Oktober belum menyebut sanksi maupun jadwal terbit.

Garis waktu kabar label konten AI: 26 Januari 2026 draf peraturan menteri disebut di DPR, 17 Oktober Komdigi masih mengkaji, 18 Oktober sebagian platform sudah menempel label, per 21 Oktober belum ada tanggal berlaku

Jadi, toko dan kafe kena atau tidak?

Dari berita yang kami baca, kewajiban yang disebut tertuju ke pengembang AI dan platform. Pemberitaan Januari menyebut platform, pemberitaan Oktober menyebut pengembang AI, jadi cakupan pastinya memang belum jelas. Tidak ada satu pun yang menyebut pemilik usaha kecil yang memakai AI untuk promosi sebagai pihak yang diwajibkan.

Tapi efeknya bisa sampai ke Anda lewat jalur lain. Tool AI yang Anda pakai bisa saja menyisipkan tanda otomatis. Platform bisa menempelkan keterangan "AI content" di unggahan Anda, seperti yang sudah dilakukan sebagian platform. Dan kalau suatu materi dipertanyakan atau diturunkan, pertanyaan pertamanya hampir pasti sama: ini dibuat siapa, pakai apa, kapan? Itu pertanyaan yang sebaiknya bisa Anda jawab dalam satu menit.

Satu hal lagi yang menenangkan: alat untuk menyiapkan diri tidak rumit dan tidak mahal. Anda tidak butuh konsultan atau sistem baru untuk memulai. Yang dibutuhkan hanya kebiasaan kecil di tim, yaitu setiap materi AI yang tayang punya satu baris catatan, dan satu orang yang bertanggung jawab atasnya.

Label bukan bukti

Banyak orang menyamakan label dengan catatan. Padahal beda fungsi. Label adalah tanda yang dilihat pembaca di materi Anda. Ia dipasang tool atau platform, dan bisa hilang begitu gambar dipotong atau di-screenshot. Catatan asal-usul adalah milik Anda sendiri: siapa yang membuat, pakai tool apa, kapan, dan bagian mana yang dibantu AI.

Perbandingan label di materi, yang dilihat orang dan bisa hilang, dengan catatan asal-usul, yang Anda simpan dan bisa ditunjukkan kalau ada yang bertanya

Bayangkan sebuah toko kue (ilustrasi, bukan kejadian nyata) yang memakai AI untuk membuat latar poster promo. Suatu hari posternya ditandai platform. Toko yang punya catatan bisa menjawab cepat: dibuat admin toko pada tanggal sekian, pakai tool ini, yang dibuat AI hanya latarnya, dan file aslinya ada. Toko yang tidak punya catatan harus menebak-nebak dan menggali riwayat chat.

Ada alasan praktis lain. Tool AI berganti cepat. Setahun lagi Anda mungkin sudah pindah ke tool yang berbeda dan ingatan soal siapa memakai apa sudah kabur. Catatan yang ditulis hari ini menyelamatkan Anda dari menebak-nebak nanti.

Tujuh kolom yang cukup

Catatannya tidak perlu rumit. Satu lembar spreadsheet, satu baris per materi, diisi saat materi selesai dibuat, bukan saat ada yang bertanya.

Tujuh kolom catatan per materi AI: materi dan tempat tayang, penanggung jawab, tool dan tanggal, bagian buatan AI, file asli, label yang terpasang, pemakaian ulang

Kolom "penanggung jawab" paling sering dilewatkan, padahal paling berguna. Kalau satu orang selalu tercatat sebagai yang menyetujui materi AI tayang, urusan jadi jelas dan tidak ada yang saling lempar.

Yang bisa dikerjakan minggu ini

Satu sore cukup. Tidak perlu anggaran.

  1. Daftar semua materi yang memakai AI: foto produk, poster, caption, video promo, balasan chat.
  2. Tunjuk satu penanggung jawab yang memutuskan materi AI boleh tayang.
  3. Mulai catatan per materi, dimulai dari yang sedang tayang sekarang.
  4. Cek pengaturan label di tool dan platform yang Anda pakai. Kalau ada opsi untuk menandai konten AI, nyalakan.
  5. Pantau pengumuman resmi Komdigi: siapa yang dibebani, bentuk labelnya seperti apa, dan sanksinya.
Lima langkah satu sore: daftar materi AI, satu penanggung jawab, mulai catatan per materi, cek label di tool dan platform, pantau kabar resmi Komdigi

Yang tidak perlu dilakukan

Anda tidak perlu berhenti memakai AI. Anda juga tidak perlu menempelkan tulisan "AI" besar-besar di semua materi sebelum aturannya ada, dan tidak perlu membeli tool khusus. Bentuk label, pihak yang wajib, dan sanksinya baru jelas setelah peraturan menterinya terbit. Sampai saat itu, catatan yang rapi sudah cukup untuk menenangkan Anda dan pelanggan.

Penutup

Kalau Anda ingin ngobrol soal cara mencatat materi dan alur kerja usaha Anda supaya lebih rapi, tim XETUP bisa jadi teman diskusi. Chat saja lewat WhatsApp di +62 823 1499 5005 dan ceritakan dulu situasinya.