Pekerjaan pagi yang tidak pernah selesai

Di banyak BPR, hari kerja bagian operasional dimulai dengan rutinitas yang sama. File mutasi dari switching ATM diunduh, laporan PPOB dibuka, rekening koran bank mitra ditarik, lalu semuanya dicocokkan dengan data core banking di spreadsheet. Baris demi baris.

Selama transaksinya sedikit, cara ini masih bisa diandalkan. Masalahnya, jumlah kanal terus bertambah. Kartu ATM yang bisa dipakai di jaringan bersama, pembayaran tagihan, transfer antarbank, setoran lewat agen, sampai QRIS. Setiap kanal membawa format file sendiri, jadwal kirim sendiri, dan cara mencatat yang berbeda. Spreadsheet yang dulu cukup kini menjadi tumpukan file yang hanya dipahami satu atau dua orang.

Tiga biaya yang tidak tercatat

Biaya rekonsiliasi manual jarang dihitung, karena tidak pernah muncul sebagai satu baris di laporan keuangan. Biaya itu tersebar di tiga tempat.

1. Jam kerja. Ambil ilustrasi sederhana: dua staf menghabiskan tiga jam sehari untuk mencocokkan transaksi. Dalam sebulan dengan 22 hari kerja, itu 132 jam kerja, hampir satu orang penuh, hanya untuk memastikan angka di dua sistem sama. Belum termasuk lembur di akhir bulan dan menjelang tutup buku.

2. Selisih yang terlambat ketahuan. Transaksi tarik tunai yang sukses di switching tetapi gagal tercatat di core banking. Transfer yang terdebet dua kali karena dikirim ulang saat koneksi terputus. Pembayaran tagihan yang tertahan di rekening titipan. Kalau rekonsiliasi baru selesai dua atau tiga hari kemudian, selisih ini juga baru ketahuan dua atau tiga hari kemudian. Saat itu, dana mungkin sudah berpindah dan penelusurannya jauh lebih sulit.

3. Kepercayaan nasabah. Bagi nasabah, saldo yang terdebet tanpa uang keluar dari mesin bukan urusan teknis. Itu alasan untuk pindah bank. BPR bersaing di kedekatan dan kepercayaan, dan satu keluhan yang lambat ditangani bisa menyebar lebih cepat dari promosi mana pun.

Kenapa sekarang menjadi lebih mendesak

OJK menempatkan akselerasi digitalisasi sebagai salah satu pilar Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024-2027. Aturan turunannya juga sudah terbit: POJK Nomor 34 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh BPR dan BPR Syariah, yang menekankan tata kelola TI dan manajemen risiko secara menyeluruh.

Artinya, pertanyaan yang akan semakin sering muncul, baik dari pengawas maupun auditor internal, bukan lagi sekadar "apakah angkanya cocok," tetapi "siapa yang mencocokkan, kapan, berdasarkan aturan apa, dan siapa yang menyetujui koreksinya." Spreadsheet sulit menjawab pertanyaan itu dengan rapi.

Seperti apa rekonsiliasi yang sehat

Rekonsiliasi otomatis tidak sekadar memindahkan spreadsheet ke layar yang lebih bagus. Ada lima hal yang membedakannya.

  • Semua sumber dibaca dalam satu tempat. File switching, core banking, bank mitra, dan biller dimuat dengan template per kanal, sehingga perbedaan format tidak lagi dikerjakan tangan.
  • Pencocokan berjalan dengan aturan yang jelas. Kunci pencocokan, toleransi waktu, dan aturan khusus per produk ditetapkan sekali, lalu berlaku untuk setiap transaksi.
  • Selisih langsung masuk antrean. Transaksi yang tidak cocok tidak tenggelam di baris ke sekian ribu. Transaksi itu muncul di antrean pengecualian dan bisa dicocokkan ulang begitu data susulan datang.
  • Koreksi melewati empat mata. Setiap penyesuaian dibuat oleh maker, diperiksa checker, dan disetujui approver. Tidak ada satu orang pun yang bisa membuat dan menyetujui koreksinya sendiri.
  • Semua jejak tersimpan. Siapa mengubah apa dan kapan tercatat otomatis, siap dibuka saat audit.

SIRECONS: dibangun untuk standar bank daerah

SIRECONS adalah sistem rekonsiliasi dan settlement buatan XETUP. Saat ini SIRECONS sedang kami implementasikan di salah satu bank pembangunan daerah, untuk mencocokkan transaksi dari berbagai kanal pembayaran dengan core banking.

Beberapa hal yang relevan untuk BPR:

  • Terpasang di server bank sendiri. Data transaksi nasabah tidak keluar dari lingkungan bank.
  • Login memakai akun yang sudah ada. SIRECONS dapat terhubung ke direktori pengguna bank, sehingga tidak perlu mengelola kata sandi terpisah.
  • Template per kanal. Kanal baru ditambahkan lewat template, bukan lewat pembuatan ulang sistem.
  • Cepat untuk volume yang terus tumbuh. Dalam uji internal, mesin pencocokannya memproses puluhan juta baris per menit, jauh di atas volume harian sebuah BPR.
  • Alur persetujuan dan jejak audit bawaan, sesuai prinsip empat mata yang lazim di perbankan.

Untuk BPR, kami menyiapkan edisi yang disesuaikan dengan skala dan jumlah kanal yang lebih ramping, tanpa mengurangi standar keamanan dan kontrolnya.

Lihat langsung dalam 45 menit

Cara paling cepat menilai apakah rekonsiliasi di bank Anda layak diotomatisasi adalah melihatnya bekerja. Dalam demo SIRECONS, kami tunjukkan alur lengkapnya: memuat file dari beberapa kanal, pencocokan otomatis, penanganan selisih, sampai persetujuan berjenjang dan jejak auditnya.

Bila berkenan, siapkan contoh format file dari satu kanal yang paling merepotkan (datanya boleh disamarkan), supaya demo memakai bentuk data yang tim Anda kenal sehari-hari.

Jadwalkan demo SIRECONS