Di banyak koperasi simpan pinjam, satu transaksi dicatat lebih dari sekali. Teller menulis setoran di buku kas, bagian simpanan memperbarui kartu anggota, lalu bendahara menyalin angka yang sama ke buku besar menjelang akhir bulan. Setiap salinan membuka peluang salah ketik, dan kesalahan itu biasanya baru ketahuan berminggu-minggu kemudian, ketika neraca tidak seimbang dan pengurus sedang sibuk menyiapkan Rapat Anggota Tahunan.

XOOPER dibuat untuk memutus rantai salin ulang itu. Transaksi cukup dicatat sekali di tempat ia terjadi, dan jurnalnya terbentuk saat itu juga. Tulisan ini memperkenalkan XOOPER modul demi modul, mulai dari apa yang dilihat pengurus setiap pagi sampai laporan yang bisa langsung dibawa ke RAT.

Kalau koperasi Anda masih membandingkan beberapa pilihan, mulailah dari panduan kami tentang cara memilih aplikasi koperasi yang tepat untuk pengurus dan pengawas. Artikel ini melanjutkan dari sana dengan contoh produk yang konkret.

Apa itu XOOPER

XOOPER adalah aplikasi manajemen koperasi simpan pinjam berbasis web buatan XETUP. Dalam satu sistem, XOOPER menangani data anggota, rekening simpanan, siklus pinjaman dari pengajuan sampai lunas, pembukuan, dan laporan keuangan. Sasarannya koperasi simpan pinjam dan koperasi karyawan yang ingin pembukuannya rapi tanpa harus menambah orang.

Begitu masuk, pengurus langsung melihat posisi koperasi hari itu: saldo kas, jumlah anggota, jumlah pinjaman aktif, total pinjaman yang masih beredar, dan total simpanan anggota. Semua angka ini dihitung dari transaksi yang sudah tercatat, bukan diisi tangan.

Dashboard XOOPER dengan saldo kas, jumlah anggota, pinjaman aktif, outstanding pinjaman, dan simpanan anggota (data demo)

Lima modul yang bekerja sebagai satu sistem

1. Anggota dan simpanan

Setiap anggota punya profil lengkap dan nomor anggota sendiri. Satu anggota bisa memiliki beberapa rekening simpanan sekaligus, misalnya simpanan pokok, simpanan rutin, dan simpanan hari raya, dengan jenis dan aturan yang ditentukan koperasi. Setoran dan penarikan tercatat sebagai mutasi per rekening, sehingga riwayat saldo setiap anggota bisa ditelusuri kapan saja.

Kalau ada transaksi yang salah input, petugas membatalkannya lewat reversal, bukan menghapusnya. Jejak koreksinya tetap tersimpan, dan pengawas bisa melihat apa yang diubah serta kapan.

2. Pinjaman dari pengajuan sampai lunas

Alur pinjaman di XOOPER mengikuti cara koperasi bekerja. Pengajuan masuk dengan data jaminan, tenor, dan tujuan pinjaman. Jenis jaminan, misalnya BPKB atau sertifikat, dicatat bersama pengajuannya, sehingga pengurus bisa melihat apa yang dijaminkan tanpa harus membuka map arsip. Pengurus lalu memutuskan apakah pengajuan disetujui atau tidak. Pengajuan yang disetujui kemudian dicairkan, dan pada saat itu juga XOOPER menyusun jadwal angsuran lengkap untuk seluruh tenor.

Setiap produk pinjaman punya pengaturan sendiri: angsuran bulanan, mingguan, atau harian, besaran jasa, dan biaya administrasi. Pembayaran angsuran tercatat sebagai mutasi pinjaman, sehingga sisa pinjaman setiap anggota selalu sesuai dengan pembayaran terakhirnya. Pengurus juga bisa memfilter pengajuan berdasarkan statusnya, jadi tidak ada pengajuan yang terselip di tumpukan berkas.

Daftar pengajuan pinjaman di XOOPER dengan status Menunggu Persetujuan, Disetujui, Tidak Disetujui, dan Realisasi (data demo)

3. Akuntansi yang berjalan sendiri

Setiap setoran, penarikan, pencairan, dan angsuran langsung membentuk jurnal ke akun yang tepat sesuai bagan akun koperasi. Untuk transaksi di luar simpan pinjam, seperti biaya operasional kantor atau penyesuaian, tersedia jurnal kas dan jurnal memorial.

Bagan akunnya sendiri tidak dikunci. Koperasi bisa menambah akun dan sub-akun sesuai kebiasaan pembukuannya, lalu menentukan akun mana yang dipakai setiap produk simpanan dan pinjaman. Dengan begitu, struktur laporan tetap mengikuti cara koperasi selama ini membaca angkanya, bukan dipaksa mengikuti format bawaan aplikasi.

XOOPER juga menjalankan hari operasional seperti bank. Setiap akhir hari, proses tutup hari memindahkan tanggal kerja ke hari berikutnya, sehingga setiap transaksi tercatat pada tanggal operasional yang benar. Bendahara tidak lagi menyusun buku besar dari nol, karena buku besar terbentuk dari transaksi harian yang sudah tercatat.

4. Laporan yang siap dibawa ke RAT

Karena semua transaksi masuk ke jurnal yang sama, laporan keuangan tinggal ditarik per periode: neraca, laba rugi, arus kas, buku besar, dan jurnal. Ada juga laporan operasional untuk pengurus, yaitu laporan anggota, rekening dan mutasi simpanan, pengajuan, pencairan, rekening pinjaman, dan angsuran. Semua laporan bisa diunduh ke Excel kalau pengawas atau dinas meminta format tertentu.

Neraca yang tidak seimbang adalah gejala paling umum dari pembukuan yang disalin ulang. Di XOOPER, setiap transaksi sudah membentuk jurnal yang seimbang sejak awal, jadi pengurus tidak perlu lagi berburu selisih menjelang RAT.

Laporan neraca XOOPER per periode dengan total aktiva dan pasiva seimbang (data demo)

5. Portal anggota

Anggota punya akses sendiri untuk melihat saldo setiap rekening simpanan dan sisa pinjamannya. Dari portal yang sama, anggota bisa mengajukan pinjaman dan mensimulasikan angsuran lebih dulu: pilih jenis pinjaman, masukkan plafon dan tenor, lalu lihat jadwal angsuran pokok, jasa, dan totalnya per periode.

Pertanyaan rutin seperti "saldo saya berapa" atau "kalau pinjam sekian, angsurannya berapa" tidak perlu lagi dijawab satu per satu lewat telepon pengurus.

Akses yang sesuai peran

Pekerjaan koperasi terbagi ke beberapa peran, dan XOOPER mengikuti pembagian itu. Menu dikelompokkan untuk layanan anggota, teller, akuntansi, dan pengaturan. Hak akses diatur per grup pengguna, sehingga petugas teller tidak bisa mengubah bagan akun dan anggota hanya bisa melihat datanya sendiri.

Untuk koperasi yang ingin menghubungkan XOOPER dengan sistem lain, misalnya sistem penggajian perusahaan di koperasi karyawan, XOOPER menyediakan REST API untuk data anggota, simpanan, pinjaman, dan jurnal. Detail integrasinya kita bahas bersama sesuai sistem yang sudah dipakai koperasi.

Beli putus, sistem jadi milik koperasi

XOOPER dijual dengan model beli putus. Koperasi membayar lisensi satu kali, dan sistemnya menjadi milik koperasi sendiri, tanpa biaya langganan bulanan per anggota atau per pengguna. Bagi pengurus yang setiap pengeluarannya harus dipertanggungjawabkan di RAT, biaya seperti ini mudah dijelaskan: satu angka di awal, bukan tagihan yang terus berjalan.

Setelah sistem berjalan, koperasi bisa memilih paket pemeliharaan sesuai kebutuhan, atau tidak mengambilnya sama sekali. Rincian paket dan cara menghitungnya ada di artikel kami tentang biaya maintenance aplikasi bisnis di 2026.

Cocok untuk koperasi seperti apa

XOOPER paling pas untuk:

  • Koperasi simpan pinjam yang ingin berhenti mencatat transaksi di buku dan spreadsheet yang terpisah-pisah.
  • Koperasi karyawan yang angsurannya dibayar rutin dan butuh jadwal angsuran yang rapi untuk setiap anggota.
  • Koperasi yang sedang bersiap menghadapi RAT dan ingin laporan keuangannya keluar langsung dari sistem.

XOOPER dirancang untuk koperasi konvensional dengan perhitungan jasa. Kalau koperasi Anda menjalankan pola syariah dengan bagi hasil, sampaikan saat konsultasi supaya kita bisa membahas penyesuaiannya.

Lihat langsung cara kerjanya

Cara terbaik menilai aplikasi koperasi adalah melihatnya bekerja dengan alur yang mirip koperasi Anda sendiri. Kami siap menunjukkan XOOPER lewat demo, dari pengajuan pinjaman sampai neraca, sekaligus menjawab pertanyaan soal pemindahan data lama.

Jadwalkan demo XOOPER